Berita:
Pada tanggal 13 Maret, CNN mengkritik  Trump pada tajuk utamanya yang berjudul: “Mengapa menjadi masalah BESAR bahwa belum dilakukan pemeriksaan virus Corona terhadap Trump” meskipun telah melakukan kontak fisik dengan orang yang terinfeksi minggu lalu. Saat ditanya apakah dia akan mengikuti pemeriksaan, jawabannya: “Begini saja. Saya tidak peduli, OK?” dan dia juga mengatakan:” Saya kira ini bukan masalah besar, saya akan melakukannya, Saya tidak punya alasan apapun – saya merasa sangat sehat.” Dia ditanya lagi pada hari Jumat dan jawabannya adalah: “Kami tidak memiliki gejala apa pun.”
CNN menyatakan keprihatinannya bahwa pemimpin AS itu ceroboh dan membahayakan nyawa orang Amerika karena sikapnya.
Komentar:
Trump yang dungu mengajarkan kepada kita bagaimana negara yang kuat dan terkemuka dapat terus memukul untuk sementara waktu, sementara perlahan-lahan mengkerut dari dalam. Banyak pemimpin politik yang meremehkan ancaman dari Covid 19, tetapi tidak ada yang bertahan selama Trump gagal menghargai arti penting virus ini bagi negaranya. Saat Trump akhirnya menyampaikan ‘pidato kenegaraan’ maka itu akan sangat buruk sehingga pasar saham dibiarkan dalam keadaan kacau dikarenakan kebingungan dan kontradiksi dalam pidatonya. Bahkan sepertinya dia menganggap virus itu hanyalah konspirasi seseorang untuk membuatnya terlihat buruk. Selama berminggu-minggu dia mengeluh tentang lawan politiknya di dalam negeri karena mereka “mempersenjatai dengan virus” untuk melawannya, dan pidatonya selalu merujuk pada “virus dari Cina” dan “virus asing” seolah-olah mengkonfirmasi kebencian dan ketakutannya terhadap orang asing dan cinta dalam negeri. Sekarang dia telah melarang penerbangan dari Eropa, meskipun AS penuh dengan virus dan belum punya cukup test kit untuk dapat mengetahui secara pasti seberapa buruk situasinya.
Meskipun AS adalah negara ideologis, rakyatnya diperintah oleh undang-undang dan konstitusi, yang dikelola oleh lapisan institusi, dibangun dengan gagasan ‘check and balances’, itu setiap hari lebih mirip dengan Republik Pisang. Bahkan para pemimpin negara-negara satelit yang lemah tampak lebih mirip negarawan daripada komandan tertinggi Amerika itu. Pasti sulit bagi mereka untuk tidak menertawakan orang bodoh di depan umum, yang mungkin sewaktu-waktu menekan tombol untuk menghancurkan mereka jika para pembantunya dan para penasihatnya tidak cukup memperhatikannya.
Apakah orang-orang gila telah mengambil alih rumah sakit jiwa? Tidak, belum. Rakyat masih menjalankannya, dan mereka semua tidak gila, kan? Mereka memberikan suaranya untuk Trump, dan kemudian mayoritas anggota kongres di Senat, yang juga orang-orang yang memilihnya, memutuskan untuk membebaskan Trump dari semua tuduhan setelah pengadilan impeachmentnya yang menggelikan. Jadi orang-orang gila belum mengambil alih; orang-orang masih sangat bertanggung jawab. Tetapi bagaimana dengan pihak oposisi – dapatkah mereka membujuk rakyat untuk memilih orang yang lebih pintar? Pesaing utama dalam pemilu pendahuluan demokratis adalah orang yang kelihatannya paling sama dengan Trump, dan mungkin hanya orang seperti Jo Biden, yang dapat bersumpah dan mengutuk pada rakyat dia akan melakukan pekerjaannya dengan merobohkan Trump. Para pemimpin yang buruk datang dan pergi, tetapi pemilihan umum dan institusi negara tidak berdaya untuk menghasilkan kebaikan yang lebih besar.
Sembilan puluh sembilan tahun telah berlalu sejak Khilafah dihapuskan dari konstitusi Turki, tetapi kredo yang menjadi dasar pembentukan negara itu masih hidup di hati dan pikiran umat Islam. Namun, dunia menderita dalam kegelapan tanpa aktualisasinya.
Ditulis untuk Kantor Media Pusat Hizbut Tahrir oleh Abdullah Robin


Post a Comment

Powered by Blogger.