Menteri Luar Negeri Saudi Faisal bin Farhan mengatakan: “Negara-negara Arab mendukung China dan integritas teritorialnya, serta kesatuan ideologi China. Sementara itu Kerajaan Saudi dan China telah disatukan oleh hubungan persahabatan yang terus berkembang di semua bidang, dan membangun kemitraan strategis yang komprehensif. Bahkan China merupakan mitra dagang terbesar Kerajaan Saudi, di mana China mewakili 13% dari total ekspor dan 15% dari total impor.” (arabi21.com, 7/7/2020).

**** **** ****

Pernyataan memalukan dari menteri Saudi ini datang pada saat meningkatnya pelanggaran oleh China terhadap kaum Muslim Uighur di Turkistan Timur, yang sampai pada tingkat di mana otoritas China—sebagaimana dikatakan oleh sumber dari surat kabar Observer—memaksa para wanita Muslim Uygur untuk melakukan aborsi, dan melarang mereka hamil dari suami mereka, sementara jika mereka menolak melakukannya, maka mereka akan ditempatkan di kamp-kamp yang disebut pusat rehabilitasi, di mana mereka dipisahkan dari anak-anak mereka, sehingga anak-anak mereka tumbuh besar dengan terpisah dari keluarga mereka dan budaya Islam mereka. Sungguh kejahatan China terhadap kaum Muslim Uighur ini telah menyebabkan penurunan 84% dari tingkat pertumbuhan kelahiran di antara mereka.

Para penguasa Arab Saudi, di tengah berbagai agresi China yang mengerikan ini, justru mereka membangun hubungan yang lebih baik dengan China, mengakui kedaulatannya atas Turkistan, wilayah yang sudah lama menjadi bagia negara Islam, yakni sejak zaman Umayyah. Kemudian China menegaskan pendudukannya dan menjadikannya bagian integral dari wilayah China.

Tidak hanya Arab Saudi di antara negara-negara Islam yang membantu China dan memusuhi kaum Muslim Uighur, tetapi sebagian besar negara di negara-negara Islam juga berkolusi dengan China, dan tetap diam atas kejahatan yang berkelanjutan terhadap warga Uighur yang lemah ini. Sebelumnya, pada bulan Juli tahun 2019, Pakistan, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir dan Aljazair memberikan suara menentang resolusi untuk mengirim inspektur internasional ke Turkistan Timur dalam rangka mengkonfirmasi tindakan kejahatan China terhadap kaum Muslim.

Di antara kepandiran yang patut disesalkan adalah bahwa Arab Saudi, Qatar, Aljazair dan Suriah, malah memberi ucapan selamat kepada China atas apa yang mereka anggap sebagai pencapaian luar biasa di bidang hak asasi manusia!

Adapun negara-negara Islam lainnya, maka mereka tidak kalah buruknya. Pemerintahan mereka diam seribu bahasa bagaikan manusia yang sudah tidak bernyawa atas semua kejahatan China yang keji dan mengerikan terhadap kaum Muslim Uighur di Turkistan Timur. [Ahmad Al-Khatwani]

Sumber: hizb-ut-tahrir.info, 14/7/2020.

Post a Comment

Powered by Blogger.