Dahulu kasus perselingkuhan pelakunya sebagian besar kaum laki-laki. Namun tidak saat ini, seorang perempuan yang merupakan oknum ASN di Kudus terlibat perselingkuhan. 

BKPP Kudus yang tengah melakukan penyelidikan menyebut kasus perselingkuhan tersebut tergolong tak biasa bahkan melebihi poliandri. (TribunNews.com, 23/7/2020)

Perselingkuhan oknum aparatur sipil negara (ASN) dengan seorang pegawai minimarket juga pernah terjadi di Medan, Sumatera Utara . (TribunNews.com, 14/7/2020)

Selain kasus di Kudus dan Medan tersebut, kasus perselingkuhan di kalangan ASN juga pernah terjadi di Purworejo-Jawa Tengah. Seorang warga melaporkan istri dan lelaki lain yang diduga selingkuhan istrinya. Kedua terlapor adalah guru dan kepala sekolah berstatus aparatur sipil negara (ASN). (DetikNews, 21 Juni 2019)

Sederet kasus perselingkuhan ASN membuat citra buruk bagi pegawai negara tersebut.

Bagaimana tidak, ASN adalah pihak yang harusnya digaji  untuk melakukan tugas-tugas negara. Memberikan pengabdian kepada masyarakat. Bukan malah mencoreng nama baik lembaga negara dengan tindakan amoral mereka.

Kebebasan Berperilaku Penyebab Utama Selingkuh

Tidak bisa dipungkiri, bahwa penerapan sistem demokrasi-kapitalis menjadi penyebab utama maraknya perselingkuhan. Demokrasi  adalah sebuah sistem yang menjamin kebebasan berperilaku. Selagi dilakukan dengan suka sama suka, maka tidak ada batasan dalam pergaulan. Begitupun di kalangan ASN.

Liberalisme telah mengubah arah pandang manusia terhadap hubungan laki-laki dan perempuan. Mereka memandang bahwa interaksi antara laki-laki dan wanita dengan pandangan seksual semata. Termasuk di dunia kerja, interaksi laki-laki dan wanita tanpa batasan mengakibatkan perselingkuhan dan perzinahan.

Ditambah lagi, minimnya pemahaman agama. Sehingga tidak ada kontrol dari internal diri agar menahan hawa nafsu di manapun berada. Banyak para pegawai yang tidak menutup aurot, bertabaruj (berdandan), berkholwat dan ikhtilat (bercampur antara pria dan wanita) saat di tempat kerja tanpa kebutuhan. Hal itu sangat berpotensi menimbulkan ketertarikan antar sesama rekan kerja, hingga berlanjut menjadi hubungan di luar kerja.

Belum lagi paparan tayangan pornografi dan pornoaksi di media. Hal ini semakin menstimulasi naluri seksual pada diri manusia. Mendorong manusia untuk memenuhinya tanpa peduli dengan nilai-nilai agama. Bahkan saat ini mudah di akses dengan gadget.

Negara juga mempersulit poligami bagi ASN. Pasal 4 PP Nomor 45 Tahun 1990, di mana PNS boleh melakukan poligami asalkan mendapatkan izin dari pejaba terkait. Dalam PP Nomor 10 Tahun 1983, di mana pejabat yang dimaksud yakni Menteri, Jaksa Agung, pimpinan lembaga non departemen, pimpinan kesekretariatan lembaga tinggi negara, dan gubernur. (Kompas.com, 6/3/2020)

Bagi ASN yang lemah iman, akhirnya mengambil jalan pintas dengan perselingkuhan. Padahal poligami terkadang bisa menjadi solusi atas suatu keadaan pernikahan. Sehingga para ASN laki-laki bisa poligami lagi tanpa harus selingkuh.

Islam Mencegah Perselingkuhan

Islam adalah agama yang sempurna, sebuah agama yang mengatur semua aspek kehidupan. Termasuk di dalamnya sistem pergaulan. Islam agama yang menjaga kehormatan, nasab dan keturunan.

Islam mengharamkan perselingkuhan dan perzinahan.  Allah SWT bersabda dalam Surat al-Isra’ ayat 32

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلً

Artinya: “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan jalan yang buruk“.

Allah SWT memberikan wewenang kepada negara untuk menjatuhkan sanksi yang tegas. Allah SWT berfirman dalam Surat An-Nur ayat 2:

الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ ۖ وَلَا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

Artinya: “Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap satu dari keduanya dengan seratus kali deraan. Dan janganlah kamu belas kasihan kepada keduanya didalam menjalankan (ketentuan) agama Allah yaitu jika kamu beriman kepada Allah dan hari akhir. Dan hendaklah (dalam melaksanakan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman “.

Naluri ketertarikan dengan lawan jenis adalah hal yang fitrah. Dalam Islam pemenuhan naluri seks hanya di benarkan dalam ikatan perkawinan bukan perselingkuhan.

Negara akan membuat mekanisme yang bersifat preventif dan kuratif agar para pegawai negri tidak terlibat skandal perselingkuhan. Beberapa diantaranya:

Pertama, negara akan lebih banyak merekrut kaum pria bekerja di instansi negara daripada wanita. Hal ini sebuah keniscayaan karena Islam meletakkan amanah bekerja mencari nafkah bagi pria yang sudah baligh.

Kedua, negara akan memisahkan tempat dan ruangan bagi pegawai negara laki-laki dan wanita. Hal ini penting, agar membatasi interaksi antara pegawai pria dan wanita. Supaya tidak terjadi kholwat dan ikhtilat.

Ketiga, negara mewajibkan semua pegawai menutup aurot secara sempurna. Seragam pegawai disesuaikan dengan kewajiban berjilbab dan kerudung bagi wanita. Selain itu negara akan memberikan bimbingan dan pembinaan kepribadian Islamiyah.

Keempat, negara melarang tabaruj bagi pegawai wanita.

Kelima, negara akan melarang semua media menyajikan tayangan berkonten pornografi dan pornoaksi.

Keenam, negara akan memberikan kemudahan bagi pegawai pria yang hendak berpoligami.

Ketujuh, negara akan memberikan sanksi yang berat bagi pegawai yang kedapatan mendekati zina. Bahkan bila sudah  terlanjur berzina. Negara akan menjilid (cambuk) 100 kali serta setahun diasingkan bagi yang belum pernah menikah. Bagi pelaku yang telah menikah maka negara akan merajam hingga mati.

Kedelapan, sanksi berupa ta'zir dan pencopotan jabatan dilakukan setelah terbukti melakukan tindakan mendekati zina.

Demikianlah, sistem Khilafah membuat mekanisme mempersempit peluang perselingkuhan. Sistem yang sangat menjaga harkat, martabat dan kehormatan warga negara, termasuk pegawainya. Sehingga para pegawai negara fokus pada amanah tugas yang diberikan. Memberikan kontribusi terbaik untuk mengisi peradaban Islam dengan kinerja yang maksimal. Bukan sibuk membuat skandal amoral. Wallahu a'lam bi ash-showab.[]

Oleh Najah Ummu Salamah
Forum Peduli Generasi & peradaban

Post a Comment

Powered by Blogger.