Tahun 2020, bakalan menjadi sejarah yang tidak terlupakan. Peristiwa demi peristiwa seakan menjadi  catatan terpenting di masa yang akan datang. Di mana hal ini itu menjadi informasi bagi generasi anak dan cucu kita. Peristiwa yang terus membangkitkan ghiroh dakwah dan perjuangan mengembalikan kemulian Islam untuk seluruh manusia.

Di awal tahun 2020, Allah SWT mengirim pasukan makhluk kecil yang membuat manusia tidak berdaya, baik fisik maupun pemikiran. Bahkan hampir seluruh negara di dunia ini kalang kabut menghadapinya. bahkan  negara adidaya " Amerika Serikat" sakaratul maut.

Selanjutnya di negeri ini, Allah SWT menunjukkan kekuasaan dengan membuka tabir kejahatan para musuh agama dan pejuang - pejuangnya. Di mana Meraka telah mengkriminalisasi dan mendzolimi para pejuang dakwah. Yaitu dengan mencabut BHP Hizbut Tahrir Indonesia yang Istiqomah dalam perjuangan membela hak - hak Allah SWT dengan tuduhan akan menggant Pancasila. Namun ternyata, mereka sendirilah yang terbukti mempunyai makar. 

Kini, Allah juga menunjukkan kebesarannya dengan mengembalikan Hagia Sophia menjadi masjid.  Yang sebelumnya difungsikan sebagai museum semenjak  Mustofa  attturk alaik merampas hak kaum muslim. Sebagaimana kita ketahui Hagia Sophia adalah milik seorang pemuda, sultan Muhammad Al Fatih sang penakhluk Konstantinopel.

Apa yang terjadi tersebut bukanlah suatu kebetulan, melainkan ada peran Allah SWT yang tidak dapat dihalang - halangi. Ingatlah, bahwa sebaik - baik makar adalah makar Allah SWT. Sebagaimana dalam firman-NYA surat  Ali - Imron ayat 54


وَمَكَرُوْا وَمَكَرَا للّٰهُ ۗ وَا للّٰهُ خَيْرُ الْمَا كِرِيْنَ
wa makaruu wa makarollaah, wallohu khoirul-maakiriin

"Dan mereka (orang-orang kafir) membuat tipu daya, maka Allah pun membalas tipu daya. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 54)

Perlu kita renungkan bahwa di balik kejadian, Allah SWT mempunyai maksud dan tujuan yang tidak dapat dijangkau oleh manusia. Tentunya semua tujuan demi kebaikan manusia. Begitulah Allah SWT dalam membuat makar.

Peristiwa yang terjadi belakangan ini bisa jadi makar Allah SWT untuk memberi sinyal kebaikan pada manusia. Kebaikan yang dapat menjamin kemuliaan manusia serta keselamatan dari kehancuran di dunia dan akhirat. Berupa diterapkannya syari'at Islam secara kaffah.

Terlepas dari sinyal kebaikan, kembalinya Hagia Sophia adalah hadiah istimewa bagi umat Islam. Pasalnya bangunan tersebut secara sejarah milik umat Islam, hadiah atau wakaf dari  Sultan Muhammad Al Fatih. Yang kemudian di rubah fungsi menjadi museum oleh Mustofa Kemal Attaturk laknatullah alaih. Hal ini terjadi seiring runtuhnya mahkota Islam, yaitu kekhilafahan Turki Utsmaniyah.

Sebagai seorang muslim yang senantiasa mensyukuri nikmatnya. Tentu akan memanfaatkan kenikmatan tersebut sebaik mungkin. Jika Hagia Sophia merupakan hadiah istimewa, maka hal yang terbaik adalah menjaganya serta mengambil pelajaran dari Hagia Sophia. Dengan demikian dirinya dapat mengetahui sosok Sultan Muhammad Al Fatih, panglima muda yang menaklukkan Konstantinopel dan menjadi bukti atas bisyarah Nabi Muhammad Saw. 

Tatkala kita mengetahui sosok pemuda yang dibisyarahkan Nabi, tentu akan membangkitkan ruh perjuangan untuk menegakkan agama Allah SWT. Sultan Muhammad Al Fatih, sosok pemuda yang selalu terjaga atas keimanan dan ketakwaanya,  gigih dan pemberani di Medan jihad, dan cerdas  membuat taktik adalah kelebihan Beliau. 

Hal ini pula yang menjadi kunci kemenangan beliau dalam menaklukkan Konstantinopel. Maka menjadi penting bagi para pengemban dakwah untuk mengambil keteladanan dari sang penakhluk Konstantinopel. 

Hal lainya, seorang pengemban dakwah harus mengikuti jejak para sang pensukses peradaban. Yang telah mengukir perjalanannya dengan mewujudkan mimpi, seperti para sahabat, mujahid, dan para khalifah.  Semua dilakukan demi mewujudkan  kehidupan yang islami, yang sudah terbukti membawa kebaikan.  

Dengan demikian sinyal kebangkitan segera terealisasi menuju hidup yang penuh ketakwaan kepada Allah SWT.[]

oleh : M. Azzam Al Fatih
Pemerhati Umat dan Aktivis Dakwah

Editor SM

Post a Comment

Powered by Blogger.