Peradaban manusia datang silih berganti mengikuti perputaran roda kehidupan. Yang kuat menggantikan yang lemah dan yang lemah hilang tertelan masa. 

Sebutlah bangsa Arab yang tinggal diapit oleh dua imperium besar di sebelah utara ada Bizantium dan di sebelah timur ada Persia. Dua peradaban besar ini kuat karena mengalahkan musuh-musuhnya hingga berdiri kokoh sebagai imperium dunia.

Bangsa arab yang terbelakang, setelah menerima hidayah Islam dan bersatu dalam ikatan kokoh yaitu ikatan aqidah Islam, dengan cepat menyusul bahkan mengalahkan dua peradaban sebelumnya. Mereka dipersatukan oleh sebuah institusi politik yang disebut dengan khilafah. 

Khilafah telah terbukti secara historis melakukan berbagai futuhat Islam. Merubah daerah yang dahulunya sengsara di bawah tirani Binzantium dan Persia menjadi wilayah yang bercahaya, memancarkan cahaya Islam. Kota-kota tersebut tumbuh menjadi pusat-pusat peradaban dan ilmu pengetahuan.

Sains dan teknologi berkembang dengan pesat. Karena khilafah memberikan perhatian khusus dalam masalah pendidikan, maka tak heran di masa keemasan  era khilafah bermunculanlah banyak pemikir dan penemu dari kalangan muslimin.

Sebut saja Ibnu Sina, beliau adalah seorang filsuf yang terkenal di dunia medis. Ia bahkan dijuluki sebagai Bapak Kedokteran Modern.

Dua karyanya yang paling berpengaruh adalah ensiklopedia filsafat Kitab al-Shifa’ (The Book of Healing) dan The Canon of Medicine. Keduanya kini dipakai sebagai standar ilmu medis di seluruh dunia.

Tokoh kedokteran Muslim lainnya adalah Abul Qasim az-Zahrawi al-Qurtubi (936-1013) yang dikenal di Eropa sebagai Abulcasis. Dia adalah ahli bedah dan dokter gigi Muslim berkebangsaan Spanyol pada masa pemerintahan Abdurrahman III (890-961). Dia menulis sebuah ensiklopedi berjudul at-Tasrif li Man Arjaza 'an at-Ta'lif. Jilid terakhir dari ensiklopedi ini menerangkan dengan jelas diagram dua ratus macam alat bedah.

Tak hanya dari kalangan pria, sejarah Islam mencatat ada beberapa tokoh Muslim wanita yang menjadi dokter. Beberapa di antaranya adalah Ukhtu al-Hufaid bin Zuhur dan putrinya adalah dokter wanita yang bekerja di Istana Khalifah al-Mansur di Andalusia. Zainab adalah ahli penyakit mata dan ilmu bedah zaman Bani Umayyah.

Masa keemasan era khilafah juga di akui oleh dunia Barat.

“… pada masa peradaban agung (kekhilafahan) di Andalus, siapa pun di Eropa yang ingin mengetahui sesuatu yang ilmiah ia harus pergi ke Andalus. Di waktu itu banyak sekali problem dalam literatur Latin yang belum terselesaikan, dan jika seseorang pergi ke Andalus maka sekembalinya dari sana ia tiba-tiba mampu menyelesaikan masalah-masalah itu. Jadi Islam di Spanyol mempunyai reputasi selama ratusan tahun dan menduduki puncak tertinggi dalam pengetahuan filsafat, sains, teknik, dan matematika. Ia mirip seperti posisi Amerika saat ini, di mana beberapa universitas penting berada”. (Oliver Leaman, ahli filsafat dari Universitas Cambridge)

Khilafah Menjamin Keamanan Dunia

Will Durant dengan jujur menyampaikan bahwa para Khalifah telah memberikan keamanan kepada manusia hingga batas yang luar biasa besarnya bagi kehidupan dan usaha keras mereka.

Para Khalifah itu juga telah menyediakan berbagai peluang bagi siapapun yang memerlukannya dan memberikan kesejahteraan selama berabad-abad dalam keluasan wilayah yang belum pernah tercatat lagi fenomena seperti itu setelah masa mereka.

Kegigihan dan kerja keras mereka menjadikan pendidikan menyebar luas sehingga berbagai ilmu, sastra, falsafah dan seni mengalami kejayaan yang luar biasa; yang menjadikan Asia barat sebagai bagian dunia yang paling maju peradabannya selama 5 abad (Will Durant- The story of Civilization)

Khilafah Menjamin Kesehatan Masyarakat

Islam telah menjamin seluruh dunia dalam menyiapkan berbagai rumah sakit yang layak sekaligus memenuhi keperluannya contohnya adalah al-Bimarustan yang dibangun oleh Nuruddin di Damaskus tahun 1160, telah bertahan selama tiga abad dalam merawat orang-orang sakit tanpa berbayar dan menyediakan obat-obatan gratis. Para sejarawan berkata bahwa cahayanya tetap bersinar tidak pernah padam selama 267 tahun.
(Will Durant-The Story of Civilization)

Khilafah Menyatukan Umat Manusia

Agama Islam telah menguasai hati ratusan bangsa di negeri-negeri yang terbentang mulai dari China, Indonesia, India hingga Persia, Jazirah Arab, Mesir bahkan hingga Maroko dan Spanyol.

Islam pun telah memiliki cita-cita mereka, menguasai akhlaknya, membentuk kehidupannya dan membangkitkan harapan di tengah-tengah mereka, yang meringankan urusan kehidupan maupun kesusahan mereka.

Islam telah mewujudkan kejayaan dan kemuliaan bagi mereka sehingga jumlah orang yang memeluknya dan berpegang teguh padanya pada saat ini (1926) sekitar 350 juta jiwa.

Agama Islam telah menyatukan mereka dan melunakkan hatinya walaupun ada perbedaan pendapat maupun latar belakang politik di antara mereka. ( Will Durant- The Story of Civilization)

Keagungan Islam sebagai sebuah agama  yang diturunkan Allah untuk mengatur kehidupan manusia dengan Khalifah sebagai penjaganya, agar kemaslahatan kaum muslimin terus tercipta.

Jika memang faktanya seperti ini di mana letak mengancamnya? dan siapa yang merasa terancam?.[]

Oleh Nabila Zidane
Forum Muslimah Peduli Generasi dan Peradaban

Post a Comment

Powered by Blogger.