Boleh kenalan ya. Namaku Sunan Abi Dawud. Sebenarnya aku dinamai oleh Imam Abi Dawud dengan "Al-Sunan". Lihat saja dalam "Risalathu Li Ahli Makkah". Aku disusun oleh Imam Abi Dawud Sulaiman al-Sijistaniy (w. 275 H). Aku adalah sebaik-baiknya himpunan hadits-hadits hukum. Aku benar-benar memanjakan para fuqaha yang hendak menggali hukum. Aku menyusun hadits berdasarkan susunan fikih, terdiri dari 36 bab (kitab), 1871 bab, dan 5273 hadits. Diawali Bab Thaharah dan diakhiri dengan Bab Adab. Aku disyarah oleh banyak ulama. Aku dipuji oleh Imam Ahmad, guru Imam Abu Dawud. 


Untuk memahami aku, harus baca Syuruth 'Aimmah al-Khamsah, Syuruth 'Aimmah al-Sittah, dan Risalah al-Imam Abi Dawud ila Ahli Makkah. Itulah manhajku. Jadi jangan gampangan membagi aku jadi Shahih dan Dhaif. Manhajku diantaranya:

(1) Menguji secara sistematis, 
(2) Meringkas, 
(3) Mengeluarkan yang paling shahih pada bab, 
(4) Mengulang hadits tertentu, 
(5) Meringkas syahid/jalur lain, 
(6) Tidak mengeluarkan hadits dengan rawi matruk, 
(7) Menjelaskan keberadaan hadits munkar dan yang parah kedhaifannya.



Imam al-Dzahabi merinci hadits pada diriku jadi 6 tingkatan:

(1) Hadits yang juga dikeluarkan oleh Imam al-Bukhari dan Muslim, 
(2) Hadits yang dikeluarkan oleh salah satu dari Imam al-Bukhari dan Muslim,
(3) Hadits yang sanadnya jayyid dan selamat dari illat dan syadz, 
(4) Hadits yang shalih dan diterima para ulama, 
(5) Hadits yang sanadnya dhaif karena kurang kedhabitan rawinya,
(6) Hadits yang dhaif dari sisi rawinya yang Imam Abu Dawud menjelaskan kedhaifannya. Kadang juga tanpa komentar kalau kedhaifannya sudah masyhur. 

Jika Imam Abu Dawud diam, itu artinya beliau mengakui hadits tersebut shalih dan sebagiannya lebih shahih dari sebagian yang lain, 

ما لم أذكر فيه شيئا، فهو صالح، وبعضها أصح من بعض.

Para ulama berbeda pendapat dalam menafsirkan kata "shalih". Setidaknya ada 2 pendapat:

(1) Shalih lil ihtijaj, artinya hadits tersebut hasan, 
(2) Shalih lil i'tidhad, artinya hadits tersebut dhaif yang dikuatkan jalur lain. 

Pada diriku, tepatnya di Bab ke-15, mencantumkan topik istimewa dengan judul: Kitab al-Kharaj wa al-Imarah wa al-Fai', Bab tentang Kharaj, Kepemimpinan dan Fai'. Di dalamnya terdapat 41 Subbab. Disana dijelaskan bagaimana terkait kepemimpinan dan pengaturan keuangan (pendapatan) negara. Beberapa hadits tentang kepemimpinan adalah hadits tentang baiat sbb:

 عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ
كُنَّا نُبَايِعُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى السَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَيُلَقِّنُنَا فِيمَا اسْتَطَعْتَ

Dari Ibnu Umar, ia berkata; dahulu kami membai'at Nabi shallallahu 'alaihi wasallam untuk mendengar dan mentaati, dan beliau membisikkan: sesuai kemampuanmu.

Pada diriku, tepatnya di Bab ke-31 terdapat Kitab al-Mahdiy. Kitab al-Mahdiy terdiri dari 2 Subbab, diantaranya:

 عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ قَالَ
سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَزَالُ هَذَا الدِّينُ قَائِمًا حَتَّى يَكُونَ عَلَيْكُمْ اثْنَا عَشَرَ خَلِيفَةً كُلُّهُمْ تَجْتَمِعُ عَلَيْهِ الْأُمَّةُ

Dari Jabir bin Samurah ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Agama ini akan senantiasa tegak hingga muncul di antara kalian dua belas khalifah, dan manusia akan ikut bersama mereka."

Belum lagi Bab lain seperti Kitab al-Jihad dan Kitab al-Hudud. Karena mencari jejak khilafah dalam hadits tidak mesti mencari kata "khalifah" atau "khilafah". Kewajiban menyelenggarakan jihad dan menegakkan hudud Allah sebenarnya menunjukkan (dalalah iltizam) kewajiban adanya penguasa yang memerintah dengan hukum Islam. Penguasa tsb dibaiat untuk menjadikan aqidah Islam sebagai dasar, politik dalam dan luar negeri negaranya. Itulah khilafah. 

Kalau kalian lihat foto aku, cantik sekali kan ya. Karena aku salah satu cetakan terbaik: Dar al-Minhaj dan Dar al-Yurs. Muhaqqiqnya adalah Syaikh Muhammad Awwamah. Keren banget lah kalau beliau yang tahqiq. Total 6 jilid. 

Aku datang ke perpus mininya YRT dengan mahar yang lumayan. Saat YRT mau bayar maharnya, ternyata aku sudah ada yang bayarin. Seorang hamba Allah. YRT terkejut, berucap alhamdulillah dan memanjatkan doa. 

Jadi, jejak khilafah di dalam kitab hadits itu ilusi atau fakta?


Oleh: Ustadz Yuana Ryan Tresna
Mudir Khadimus Sunnah Bandung

Sumber: https://t.me/yuanaryantresna

Post a Comment

Powered by Blogger.