Jejak Khilafah di Nusantara bukanlah film fiksi, tetapi film yang faktual secara historis yang didasarkan pada bukti-bukti sejarah. "Film ini bukan film fiksi, bukan film cerita dalam arti fiksi, tapi ini adalah film yang faktual secara historis. Oleh sebab itu, kita tekankan pada bukti-bukti sejarah," ungkap Ustadz Ismail Yusanto sebagai pengarah dalam pembuatan film ini, dalam acara Pre-Launching Film Dokumenter Jejak Khilafah di Nusantara, Ahad (2/8/2020) di kanal Youtube Khilafah Channel. 

Bukti-bukti sejarah yang dijadikan  rujukan film dokumentar tersebut menurut Ismail berupa bukti fisik seperti peninggalan-peninggalan sejarah, bukti manuskrip dan pernyataan sejarawan.  "Menyaksikan film ini seperti menyaksikan keberadaan jejak Khilafah di Nusantara," tambah Ismail. 

Film yang rencananya akan ditayangkan perdana pada 1 Muharram 1442 H bertujuan untuk mendekatkan umat Islam kepada fakta sejarah atas keberadaan Khilafah yang mempunyai hubungan dengan Nusantara. 

"Khilafah bukanlah suatu ajaran yang baru akan terjadi, tapi Khilafah adalah ajaran yang sudah pernah ada. Mestinya, dia (Khilafah) itu sesuatu yang sesuatu banget. Karena keberadaannya sudah memenuhi skala masa lalu," pungkasnya.[]

Post a Comment

Powered by Blogger.