penayangan film dokumenter secara kolosal bertema "JEJAK KHILAFAH DI NUSANTARA" mengalami trouble. Patut diduga, ini bukan soal kendala teknis

Oleh : Ahmad Khozinudin | Sastrawan Politik

Gaya Represif rezim didunia nyata nampaknya juga diadopsi dan diterapkan di dunia maya. Hari ini, even Akbar menyambut tahun baru Hijriyah berupa penayangan film dokumenter secara kolosal bertema "JEJAK KHILAFAH DI NUSANTARA" mengalami trouble. Patut diduga, ini bukan soal kendala teknis.

Ada dugaan kuat sedang terjadi "Cyber War" antara kubu jongos Rezim yang berusaha menggagalkan penayangan film dengan para Cyber Troop Pejuang Islam yang ingin menyambung sejarah umat ini di Nusantara dengan Khilafah. Rezim ini tak akan mampu bertarung secara intelektual, dengan memproduksi film pembanding untuk mengkounter opini Khilafah.

Cara klasik, yakni main kayu, menggunakan pemberangusan dan pembungkaman di sosial media, di dunia digital juga ditempuh, setelah sebelumnya rezim menunjukkan wajah tiran didunia nyata. Cara ini, dipandang akan mampu menghalangi atau menghalau kembalinya kebangkitan Islam, kembalinya Daulah Khilafah.

Percayalah, cara klasik ini pasti gagal ! Sebagaimana kegagalan rezim yang berulang kali membendung arus kebangkitan Islam politik, kebangkitan Khilafah.

Bendungan yang dibuat rezim tidak menghilangkan arus, tapi menggelembungkan arus menjadi ombak besar, arus yang menggulung menyapu apapun yang dilaluinya. Bendungan itu, mampu dilalui oleh arus opini Khilafah oleh para pengembannya, dan semakin meluber menyapu seluruh lini opini.

Khilafah, adalah janji Allah SWT. Khilafah, tak akan mampu dibungkam oleh siapapun, apalagi oleh rezim ringkih yang nafasnya mulai tersengal menanti ajal.

Ya Allah, tolonglah pasukan cyber Islam, melawan dan melumpuhkan buzzer rezim. Tundukkan kekuatan tiran, dan permalukan Rezim ini dengan menampar mukanya bagian kiri dan kanan.

Buatlah, gelombang arus Khilafah semakin membahana. Bendungan itu tak akan mampu menutup sumber air, tetapi justru mengumpulkan arus air. 

Pada saatnya, bendungan itu akan roboh, luluh lantak, dan arus Khilafah akan menyapu seluruh daratan Nusantara. Jejak Khilafah bukan lagi sejarah di Nusantara, tetapi akan menjadi tonggak kebangkitan Khilafah dari bumi Nusantara


Post a Comment

Powered by Blogger.