Semarang, Ahad (09/08/20) Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pelita Umat mengadakan forum online Islamic Lawyer Forum ( ILF) dengan tema “RUU HIP ditolak, Muncul RUU BPIP, Ada apa?”

Antusiasme besar datang dari  berbagai daerah di jawa tengah. Acara Juga disiarkan melalui live youtube maupun facebook.

Hadir sebagai pembicara diantaranya Prof. DR suteki SH,MH, Ustadz Ismail Yusanto, Dr. Muhammad Taufik.,SH.,M.H., Drs. Wahyudi Al Maroky.,M.Si., Chandra Purna Irawan.,SH.,MH. Dan dipandu oleh host Hendro dahsyat.


Sebagai pembicara pertama Chandra Purna Irawan.,SH.,MH. menyampaikan bahwa RUU HIP ini sampai saat ini belum dicabut dari daftar prolegnas padahal yang diminta masyarakat itu adalah dicabut ditolak, tidak dibahas lagi, yang kedua muncul PIP dan yang ketiga muncul RUU BPIP padahal hukum dinegara kita melibatkan masyarakat dalam hal ini masyarakat memberikan kritik dan masukan dari masyarakat. Ini patut diduga apa yang ada di pemerintah tidak begitu peka terhadap masukan dan kritik masyarakat.

Kemudian dari Dr. Muhammad Taufik.,SH.,M.H., RUU HIP kemudian menjadi RUU BPIP menurut saya ini sebagai penyelundupan itu yang saya sebut sebagai parlemen corruption kenapa karena dari proses legislasi itu ada satu face yang dilanggar. Dalam naskah academik ada yang disebut public hiring dulu, jadi harus ditanyakan dulu ini naskah academic BPIP atau naskah HIP.kalau itu tidak di penuhi maka ini parlemen corruption.

Hadir juga sebagai penanggap dari LBH pelita umat daerah mereka memberikan penjelasan bahwa RUU BPIP ini harus ditolak. Karena ini bisa menjadi perpanjangan tangan dari RUU HIP.

 

 

 

 

 


Post a Comment

Powered by Blogger.