Khilafah adalah ajaran asli Aswaja (ahlu sunnah waljama'ah)," ungkap KH. M. Shiddiq Al-Jawi dalam Seminar Regional: Reaktualisasi Ajaran Aswaja dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, Rabu (24/12/2018) di PonPes Al-Fiel dan HimMAH IAIIG (Himpunan Mahasiswa Syariah Institut Agama Islam Imam Ghazali) Cilacap. 

Menurutnya, upaya memisahkan aswaja dengan Khilafah, adalah upaya yang nyata-nyata merusak, menghancurkan, dan memalsukan ajaran aswaja sejak prinsip dasarnya. "Pengingkaran penganut aswaja terhadap Khilafah adalah bathil, karena tindakan itu sesungguhnya adalah upaya memisahkan Aswaja dengan Khilafah. Ini jelas-jelas upaya keji dan jahat untuk merusak, menghancurkan, dan memalsukan ajaran Aswaja sejak prinsip dasarnya," tegasnya.

Lebih lanjut beliau menuturkan bahwa Khilafah merupakan kewajiban syar’i berdasarkan paham aswaja banyak terdapat dalam kitab-kitab akidah, kitab-kitab tafsir, hadits, maupun kitab-kitab fikih. 

Ustaz Shiddiq menjelaskan dalil tentang kewajiban khilafah dalam kitab tafsir dan kitab hadits sebagai berikut:

Imam Al-Qurthubi dalam tafsir Al-Qurthubi (1/264) menyatakan,”Tidak ada perbedaan pendapat mengenai wajibnya yang demikian itu [Khilafah] di antara umat dan para imam, kecuali yang diriyawatkan dari Al-Asham, yang memang asham (tuli) dari syariah (laa khilaafa fi wujubi dzaalika baina al-Ummah wa laa baina al-Aimmah illa maa ruwiya ‘an al-Asham haitsu kaana ‘an asy-Syariah asham..).

Imam Nawawi dalam Syarah Muslim (12/205) berkata,”Ulama sepakat bahwa wajib atas kaum muslimin mengangkat seorang khalifah.” (ajma’uu ‘alaa annahu yajibu ‘ala al-Muslimin nashbu khalifah). Imam Mawardi dalam Al-Ahkam As-Sulthoniyah hal. 5 berkata, “Mengadakan akad Imamah bagi orang yang melaksanakannya di tengah umat, adalah wajib menurut ijma’.” (aqdul imamah liman yaquumu bihaa fi al-ummah waajibun bil ijma’).[]

Post a Comment

Powered by Blogger.