Normalisasi hubungan UEA-Israel mendapat perhatian dunia. Pengamat Politik Internasional Farid Wadjdi menilai hal itu sebagai bentuk pengkhianatan penguasa-penguasa Arab terhadap kaum Muslimin Palestina.

"Normalisasi ini sesungguhnya merupakan bentuk deklarasi terbuka ya, pengkhianatan penguasa-penguasa Arab terhadap kaum Muslimin di Palestina dan Al-Quds, tanah Palestina yang diberkahi oleh Allah SWT,” ujarnya dalam acara Kabar Malam, Senin (21/9/2020) di kanal Youtube Khilafah Channel.

Ia menjelaskan normalisasi UEA-Israel adalah deklarasi terbuka, karena sebelumnya negara-negara Arab telah melakukan pengkhianatan, yaitu dengan tidak sungguh-sungguh menyelesaikan persoalan Palestina.

"Apa yang mereka lakukan selama ini sebatas retorika politik, seolah-olah mereka melakukan pembelaan terhadap Palestina, tapi mereka tidak melakukan tindakan nyata untuk mengusir penjajah Yahudi dari bumi Palestina," ungkapnya.

Menurutnya, itu merupakan bentuk pengkhianatan paling besar ketika penguasa-penguasa Arab diam, sementara mereka memiliki kemampuan, yaitu memiliki pesawat-pesawat tempur, tentara, persenjataan yang cukup canggih, tapi tidak mereka gunakan untuk mengusir penjajah Yahudi di tanah Palestina.

Lebih lanjut ia mengatakan, jika bersungguh-sungguh untuk menyelesaikan persoalan Palestina yang merupakan persoalan kaum Muslimin, maka harusnya melakukan tindakan nyata dengan mengirim pasukan, melakukan _jihad fisabilillah_ untuk mengusir penjajah Yahudi dari bumi Palestina. 

Ia memberi contoh, Iran dan Turki yang memiliki militer cukup kuat dan selalu melakukan pembelaan terhadap Palestina, tapi tidak mampu mengirimkan militernya untuk membebaskan Palestina. "Kalau ini mereka tidak lakukan, sesungguhnya apa yang mereka tunjukkan itu sekadar retorika-retorika politik semata," pungkasnya.[]

Post a Comment

Powered by Blogger.