Ustadz Muhammad Ismail Yusanto mengecam upaya pembunuhan terhadap ulama yang kembali terjadi. Ustadz Muhammad Ismail Yusanto menilai penusukan Syeikh Ali Jaber biadab dan lebih biadab lagi yang menyuruhnya.

“Itu tindakan biadab. Apa salah Syekh Ali Jaber? Beliau sedang berdakwah, di atas panggung, di hadapan sekian banyak jamaah, tiba-tiba diserang dengan brutal. Lebih biadab lagi siapa pun yang menyuruhnya, kalau terbukti ada yang memerintahnya” ujarnya, Selasa (15/9/2020).

Namun Ustaz Ismail bersyukur karena Syeikh Ali Jaber dapat menangkis sehingga tusukan tidak mengenai organ vital. “Alhamdulillah beliau selamat dari keadaan yang lebih buruk. Barakallah fih, semoga lukanya cepat sembuh,” doanya.

Sayangnya, lanjut Ismail, di saat yang sama, tetap saja pemerintah mendengungkan narasi radikal, radikalisme, sesuatu yang enggak nyambung sama sekali dengan problem nyata negeri ini. Korupsi yang makin menjadi-jadi, termasuk di kementrian Pak Mentri itu, pornografi termasuk LGBT, yang makin mengotori negeri, politik transaksi dan lain sebagainya.

“Islam dan para pejuangnya yang semestinya dianggap sebagai penyelamat, kini malah seperti penjahat yang harus diwaspadai…,” pungkasnya.[]

sumber : mediaumat.news

Post a Comment

Powered by Blogger.