Semarang, Kamis 05/11/2020 Masyarakat Cinta Rasul Semarang mengadakan aksi bela nabi SAW. Dalam aksinya mereka mengecam pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron dan pembuat karikatur Nabi Muhammad SAW yang dianggap menghina Islam. Massa juga menyerukan kepada semua kalangan untuk boikot produk Prancis.

Hadir Sebagai orator dalam aksi diantaranya Ustadz Haidar amtory. Beliau menyampaikan tentang pentingnya kaum muslim untuk mengetahui bahwa sistem demokrasi lah yang menyebabkan penghinaan kepada nabi Muhammad SAW terus berulang. Karena didalam demokrasi Ada kebebasan yang diperbolehkan yaitu kebebasan berpendapat. 


Hadir juga ustadz amri moeslem sebagai perwakilan pondok pesantren al mabda’ al islami. Beliau menyampaikan bahwa tidak ada hukuman yang pantas untuk penghina nabi selain hukuman mati. Baik itu muslim, kafirr dzimmy maupun kafir harbi. Bahkan jika penghina nabi adalah kafir harbi maka layak untuk diperangi.

Sedangkan pembicara terakhir yaitu ustadz wasroi menyampaikan bahwa salah satu penyebab penghinaan terhadap nabi berulang ulang terjadi adalh karean ketiadaan pemimpin islam yaitu khalifah yang akan melindungi marwah daripada agama islam itu sendiri. Maka sebagai seorang muslim layak bagi kita untuk memperjuangkannya.

Meskipun aksi berjalan dengan diiringi hujan namun peserta tetap semangat menjalankan aksi bela nabi.[]

Post a Comment

Powered by Blogger.