Menanggapi hasil pemilihan Presiden Amerika Serikat, Pengamat Politik Internasional Budi Mulyana mengatakan sikap Donald Trump atau Joe Biden terhadap dunia Islam sama saja.

“Memang terlihat Joe Biden mampu merangkul pemilih Muslim di Amerika, saya melihatnya Donald Trump yang sangat konfrontatif terhadap umat Islam termasuk di Amerika sehingga seolah-olah Joe Biden menjadi harapan walaupun kalau kita lihat sebenarnya sikap Amerika terhadap dunia Islam itu sama saja baik partai Demokrat maupun Republik,” ucapnya dalam acara Kabar Malam Senin (09/11/2020) di kanal YouTube Khilafah Channel.

Ia memperkirakan kebijakan yang dilakukan Trump dengan menormalisasi hubungan dunia Arab dengan Israel akan tetap dilanjutkan oleh Biden. Amerika tetap berada di balik Israel dan tidak akan pernah berpaling dari Israel. “Jadi artinya masih dalam satu arus yang sama sikap Amerika kepada dunia Islam,” ujarnya.

Menurutnya, dunia Islam menjadi semacam lawan tanding Amerika pasca runtuhnya komunisme. Sehingga dalam upaya untuk memperkuat hegemoni Amerika di dunia, potensi dari dunia Islam ini akan menjadi penghambat terhadap tersebarnya kapitalisme global tersebut.

Maka, lanjut Budi, dilakukan pendekatan kepada dunia Islam sesuai rekomendasi dari Rand Corporation yaitu untuk menjaring hubungan dengan Muslim yang moderat sehingga kelihatan ada upaya memecah belah, Muslim mana yang sejalan dengan Amerika dan Muslim mana yang Amerika perangi.

Budi mengingatkan sikap kaum Muslim terhadap pemilihan Presiden Amerika tidak perlu bereforia seolah-olah kekalahan Trump menjadi kemenangan dari dunia Islam karena hal itu sama saja “Amerika sudah mempunyai khithah politik yang tidak pernah berubah sebagai negara kapitalisme global dengan strategi imperialismenya tinggal masalah style dan gaya kepemimpinan saja yang membedakan,” pungkasnya.[]

Post a Comment

Powered by Blogger.