Cendekiawan Muslim Ustaz Muhammad Ismail Yusanto (MIY) mengungkap faktor penyebab kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab yang sudah tiga tahun di Kota Suci Mekkah disambut antusias umat Islam dari Bandara Soekarno-Hatta hingga Petamburan Jakarta.

“Antusiasme yang begitu besar dari umat Islam itu mencerminkan bahwasanya Habib Rizieq adalah tokoh yang kokoh dalam memperjuangkan kebenaran, karena itu umat begitu rindu menunggu kepulangan Habib Rizieq,” ujar Cendekiawan Muslim Ustaz Muhammad Ismail Yusanto (MIY)  Selasa (10/11/2020).

Menurutnya keteguhan Habib dalam menyampaikan al-haq itulah membuat umat Islam rindu sehingga menyambut kepulangannya.

“Kekokohan dia, keteguhan dia untuk menyampaikan al-haq, satu ungkapan dia yang diucapkan dengan lantang dan jelas tanpa tedeng aling-aling di hadapan presiden dan menterinya, bahwa ayat suci harus di atas ayat konstitusi, jadi Habib Rizieq ini adalah sosok yang kokoh dalam menyampaikan al-haq, dan sekaligus menghapus yang bathil,” jelasnya.

Menurut MIY, perjuangan Habib Rizieq dinilai tidak pernah surut hingga tempo hari ini. MIY juga mengingat, Habib Rizieq pernah menyampaikan dengan tegas bahwa umat harus memperjuangkan syariat, tegaknya khilafah dan khilafah itu adalah ajaran Islam.

“Dengan tegas ia sampaikan di saat sekian banyak orang, tokoh, termasuk ormas Islam itu mencibir perjuangan itu,” kata MIY.

Kemudian, lanjut MIY, Habib Rizieq juga dilihat oleh umat Islam sebagai tokoh yang melakukan perlawanan terhadap rezim yang jahat kepada umat Islam khususnya. Meskipun Habib Rizieq berkali-kali menghadapi kriminalisasi, namun perjuangan melawan rezim yang sedemikian rupa tidak pernah surut.

“Segala cara digunakan untuk menaklukkan dia, kalau pakai istilah stick and carrot, stick itu dengan kekerasan yang begitu jelas tampak digunakan untuk menaklukkan Habib, ada 17 kasus dan dari sekian banyak itu adalah kasus-kasus kriminalisasi yang sebenarnya beliau tidak lakukan, seperti chat mesum dan sebagainya. Tapi beliau tidak tunduk,” jelasnya.

Lalu, lanjut MIY, Habib juga dicoba ditaklukkan dengan berbagai tawaran yang menggiurkan namun tidak goyah. MIY bercerita bahwa ditawari uang dalam jumlah besar pun tidak menghentikan Habib untuk melawan kejahatan rezim.

“Jadi, saya kira itu yang dilihat oleh umat, Habib ini adalah sosok yang mencerminkan dua hal tadi, pertama, kekokohan membela al-haq, menghancurkan yang bathil dan yang kedua adalah kekokohan dalam melakukan perlawanan terhadap rezim,” kata MIY.

Lalu MIY menerangkan, ketika Habib Rizieq konsisten dalam memperjuangkan kebenaran, menumpas kejahatan, ini akan bisa mengumpulkan kekuatan umat Islam yang besar dalam satu komando nantinya.

“Karena perjuangan ini perlu tokoh atau pemimpin yang tegas dan jelas dalam menyuarakan Islam, syariat dan khilafah, posisi Habib ada di situ,” jelasnya.

Konsistensi Habib Rizieq dalam melawan penguasa yang punya kejahatan dan penyimpangan juga akan menjadi kekuatan besar umat Islam nantinya dalam melawan kezaliman. “Karena itu saya kira pantas untuk optimis untuk memandang perjuangan ke depan, lalu saat ini Habib posisi sudah di Indonesia, dengan karakter tadi, Insyaallah kekuatan perjuangan akan berlipat-lipat,” tegas MIY.

Sikap penguasa saat ini dinilai MIY sedang dilema, mereka ingin melanjutkan kriminalisasi, tapi kalau mereka melanjutkan itu mereka akan berhadapan dengan umat yang sudah jengah dengan situasi yang ada, karena kalau bicara tentang kriminal, penguasa saat ini  sudah banyak sekali melakukan kesalahan, salah satunya kejahatan dan penyimpangan seperti yang terjadi pada UU Omnibus Law Cipta Kerja.

“Hanya karena semua instrumen kekuatan ada di tangan pemerintah, jadi tidak ada tindakan apa-apa atas kejahatan dan penyimpangan tersebut,” ungkap Ismail.

Di sisi lain, apabila dibiarkan kekuatan Habib ini akan semakin besar dan umat akan semakin berkumpul di belakang dia untuk melanjutkan perjuangan ini. “Memperjuangkan yang haq dan menumbangkan rezim yang zalim,” pungkasnya.[] Fatih Solahuddin


sumber : Mediaumat.news,

Post a Comment

Powered by Blogger.